Tanda tangan yang dibuat ketika seseorang sedang terburu-buru tentu bisa berbeda dengan tanda tangan yang dibuat dalam kondisi santai.
Kecepatan, tekanan, posisi tangan dan koordinasi gerakan dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Bahkan penelitian mengenai aktivitas menulis menunjukkan bahwa kecepatan tulisan dan kekuatan genggaman dapat mengalami variasi berdasarkan kondisi biologis dan waktu.
Karena itu, sedikit perbedaan antara satu tanda tangan dan tanda tangan lainnya belum tentu menunjukkan bahwa salah satunya palsu.
Dalam pemeriksaan forensik, variasi alami dari tanda tangan justru menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Penelitian mengenai tanda tangan asli menunjukkan adanya variasi dalam karakteristik tanda tangan dari orang yang sama, sehingga pemeriksaan tidak cukup hanya melihat apakah dua tanda tangan tampak persis sama atau berbeda.
Jadi, apakah tanda tangan harus selalu sama?
Tidak harus identik. Yang lebih penting adalah pola umum dan karakteristik alami yang terbentuk dari kebiasaan seseorang.
Tanda tangan seseorang memang bisa berubah dari waktu ke waktu karena perpaduan antara kebiasaan, proses belajar motorik, kondisi saat menulis, perubahan kemampuan motorik dan pertambahan usia.
Jadi, kalau suatu hari melihat tanda tangan lama dan merasa bentuknya sudah jauh berbeda dengan yang sekarang, hal tersebut belum tentu aneh. Tanda tangan pada dasarnya adalah hasil dari gerakan tubuh yang terus digunakan dan beradaptasi.
Seperti tulisan tangan, tanda tangan juga bisa meninggalkan jejak perubahan kecil sepanjang perjalanan hidup seseorang.