NADIKABAR.COM — Tumit pecah-pecah merupakan masalah kulit yang cukup umum dan dapat membuat kaki terasa kasar, perih bahkan sakit ketika digunakan berjalan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kulit kehilangan kelembapan dan menjadi lebih tebal, sehingga tekanan pada tumit membuat permukaannya mudah retak.

Kulit tumit memang menerima tekanan cukup besar setiap hari karena digunakan untuk menopang tubuh saat berdiri dan berjalan. Ketika kulit menjadi kering dan kurang elastis, retakan atau fissure dapat terbentuk dan pada kondisi yang lebih parah bisa menjadi dalam hingga berdarah.

Lantas, apa saja yang menyebabkan tumit sering pecah-pecah dan bagaimana cara merawatnya? Ini penjelasannya.

Penyebab yang paling umum adalah kulit yang terlalu kering. Ketika kulit kehilangan banyak kelembapan, permukaannya menjadi kasar dan dapat mengelupas. Kondisi tersebut kemudian membuat kulit lebih mudah retak akibat tekanan pada tumit.

Kurangnya kelembapan juga dapat membuat kulit kehilangan elastisitas sehingga retakan semakin mudah terbentuk.

Tumit menerima tekanan berulang ketika seseorang berdiri atau berjalan. Gesekan dengan alas kaki juga dapat memperparah kondisi kulit, terutama apabila sepatu tidak sesuai atau bagian tumit sering bergesekan dengan permukaannya.

3. Sering menggunakan alas kaki terbuka

Sandal atau sepatu yang bagian belakangnya terbuka dapat membuat tumit lebih banyak terpapar udara sekaligus memberikan tekanan tertentu pada kulit. Kondisi ini dapat memperburuk tumit yang sudah kering dan pecah-pecah.

Berendam atau mandi terlalu lama dapat membuat kulit semakin kering, terutama apabila menggunakan air yang terlalu panas. Kulit yang kehilangan kelembapan lebih mudah mengalami kekeringan dan retak.