Seiring bertambahnya usia, kulit mengalami perubahan, termasuk berkurangnya produksi minyak alami dan perubahan ketebalan kulit. Kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih mudah kering sehingga risiko tumit pecah-pecah meningkat.

Tumit pecah-pecah yang berat atau terus berulang terkadang dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti eksim, psoriasis, infeksi jamur atau diabetes. Karena itu, retakan yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak hanya ditangani sebagai masalah kulit kering biasa.

Oleskan pelembap setelah mandi, terutama ketika kulit masih sedikit lembap. Untuk tumit yang sangat kering, produk yang mengandung urea, alpha hydroxy acid atau salicylic acid dapat membantu melembutkan kulit yang menebal sekaligus mempertahankan kelembapan.

Pelembap dapat digunakan setiap kali tumit terasa kering agar kondisi kulit tetap terjaga.

2. Gunakan petroleum jelly sebelum tidur

Petroleum jelly dapat digunakan pada malam hari untuk membantu mengunci kelembapan pada kulit. Setelah mengoleskannya, penggunaan kaus kaki dapat membantu menjaga produk tetap berada di kulit sepanjang malam.

3. Jangan menggosok tumit terlalu keras

Kulit yang menebal memang dapat membuat seseorang ingin mengikisnya dengan batu apung atau alat pengikis. Namun, penggunaan alat tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.