Hindari mengikis bagian yang sedang meradang, gatal, sensitif atau sudah mengalami luka karena dapat memperburuk kerusakan kulit.

Hindari alas kaki yang bagian belakangnya terbuka ketika tumit sedang pecah-pecah. Gunakan sepatu yang ukurannya sesuai dan tidak menimbulkan gesekan berlebihan pada tumit.

Perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi tekanan dan gesekan sehingga kulit memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Batasi waktu mandi sekitar lima sampai 10 menit dan gunakan air yang tidak terlalu panas. Setelah mandi, keringkan kaki dengan lembut dan segera gunakan pelembap.

Kapan tumit pecah-pecah perlu diperiksa?

Tumit pecah-pecah yang ringan umumnya dapat dirawat di rumah dengan menjaga kelembapan dan mengurangi tekanan maupun gesekan. Namun, kondisi perlu diperiksakan apabila retakan semakin dalam, terasa sangat sakit, berdarah atau tidak membaik setelah mendapatkan perawatan.

Perhatikan pula tanda infeksi seperti pembengkakan, perubahan warna kulit, keluarnya cairan atau nanah. Retakan yang dalam dapat mengganggu lapisan pelindung kulit sehingga kuman lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.

Jika tumit terus mengalami kekeringan dan pecah-pecah meskipun sudah dirawat, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu mengetahui apakah terdapat kondisi lain yang menjadi penyebabnya.