Pasalnya, keringat yang keluar dari tubuh membutuhkan proses penguapan untuk membantu mendinginkan tubuh. Ketika udara sudah mengandung banyak uap air, proses penguapan keringat menjadi lebih lambat. Akibatnya, tubuh terasa lebih lengket dan panas meskipun suhu udara yang tercatat sebenarnya tidak terlalu ekstrem.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa suasana gerah secara meteorologis dapat terjadi ketika suhu udara panas disertai kelembapan yang tinggi.

Kenapa kondisi ini bisa terjadi sebelum hujan rutin?

Salah satu penyebabnya adalah perubahan dinamika atmosfer ketika suatu wilayah mulai mendekati periode peralihan musim.

Pada kondisi tertentu, kandungan uap air di atmosfer dapat meningkat terlebih dahulu. Namun, untuk menghasilkan hujan, masih diperlukan proses lain seperti pengangkatan massa udara, pertumbuhan awan, serta kondisi angin yang mendukung.

Jadi, ada kemungkinan udara terasa semakin lembap sebelum hujan benar-benar menjadi lebih sering.