NADIKABAR.COM — Beberapa hari terakhir, sebagian masyarakat mungkin mulai merasakan perubahan suasana udara. Hujan memang belum turun secara rutin dan merata setiap hari, tapi udara justru terasa makin lembap, pengap, bahkan membuat tubuh cepat berkeringat.

Kondisi ini cukup sering muncul ketika cuaca sedang mengalami perubahan. Apalagi, hujan dan kelembapan udara sebenarnya merupakan dua hal yang berkaitan, tetapi tidak selalu datang bersamaan.

Lalu, kenapa udara bisa terasa lembap meski hujan belum rutin?

Secara sederhana, kelembapan udara menunjukkan banyaknya uap air yang terdapat di atmosfer. Semakin banyak kandungan uap air di udara, semakin tinggi pula kelembapannya.

Artinya, udara yang lembap tidak harus selalu ditandai dengan hujan. Uap air bisa sudah cukup banyak berada di atmosfer, sementara kondisi atmosfer lainnya belum mendukung terbentuknya awan hujan dalam jumlah besar.

Ketika kelembapan tinggi bertemu dengan suhu udara yang cukup panas, tubuh juga bisa merasakan suasana yang lebih gerah.