Frekuensi tangisan yang lebih rendah tidak otomatis berarti laki-laki lebih sedikit mengalami kesedihan atau tekanan. Norma yang menganggap menangis sebagai tanda kelemahan dapat membuat sebagian laki-laki lebih memilih menahan air mata, terutama ketika berada di depan orang lain.
Jika perempuan terlihat lebih sering menangis, hal tersebut tidak otomatis berarti mereka lebih lemah atau lebih emosional. Bisa jadi, mereka lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, sementara laki-laki lebih sering belajar untuk menyimpan atau mengendalikan air mata sesuai dengan tuntutan lingkungan dan norma yang mereka temui.
Artikel ditulis Mei, Mahasiswi PKL Universitas HKBP Nommensen di NadiKabar.com