NADIKABAR.COM — Pakar teknologi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan data yang kembali muncul dan ramai dibicarakan di ruang digital belum tentu merupakan hasil peretasan baru.
Heru menilai bahwa data yang pernah bocor dapat terus tersimpan dan beredar setelah insiden awal terjadi. Bahkan, data tersebut dapat kembali dipublikasikan atau diperjualbelikan bertahun-tahun kemudian.
"Data pribadi yang sudah pernah bocor dapat terus beredar, disalin, diperjualbelikan dan digunakan kembali untuk berbagai kepentingan yang merugikan. Jadi yang hari ini sedang viral bukan berarti informasi data pribadi yang baru dicuri atau diretas," kata Heru Sutadi, Rabu (7/10/2026).
Heru menilai, kondisi tersebut membuat persoalan kebocoran data menjadi lebih kompleks. Sebab, ketika data lama kembali muncul ke permukaan, perlu ditelusuri terlebih dahulu kapan data tersebut pertama kali keluar dari sistem dan dari mana sumbernya.
"Karena itu, yang penting sekarang adalah bagaimana kita menelusuri dari mana data tersebut berasal dan bagaimana rantai peredarannya sampai masih dapat ditemukan dan diperjualbelikan saat ini," ungkapnya.
Menurut Heru, penelusuran juga perlu mencakup sistem atau sumber yang pertama kali menyimpan data, pihak-pihak yang memiliki akses ketika data tersebut bocor, hingga kemungkinan data pernah diberikan kepada pihak ketiga.
"Serta apakah pernah diberikan kepada pihak ketiga, bagaimana data berpindah tangan, hingga siapa yang saat ini memperdagangkannya. Ini penting agar penanganannya tidak hanya menyentuh bagian paling ujung, tetapi juga dapat menemukan sumber persoalannya," jelas Heru.
Ia mengatakan, penanganan kasus semacam ini tidak cukup hanya dengan menutup situs atau kanal yang saat ini memperjualbelikan data. Penelusuran terhadap asal-usul data tetap diperlukan untuk memutus rantai peredarannya.
Heru mendorong dilakukannya forensik digital, pemeriksaan log, audit akses, penelusuran terhadap pihak ketiga, serta pemeriksaan sistem yang pernah menyimpan maupun memproses data tersebut.