NADIKABAR.COM — Pasangan para panahan Indonesia Ken Swagumilang/Arif Firmansyah menjadikan pengalaman menghadapi tekanan pada pertandingan final Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pelajaran setelah meraih medali perak nomor compound ganda putra di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, Rabu.
Ken mengatakan tekanan saat tampil di panggung final menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang baru dipasangkan sejak 2025, terutama karena belum terbiasa dengan format tembakan bergantian atau alternate shooting.
"Kondisi yang biasa kita latihan itu atau pertandingan yang sebelum-sebelumnya itu jarang sekali sampai ke alternate shoot karena kita ini terhitung sebagai pasangan baru," kata Ken seusai pertandingan.
Ken/Arif harus mengakui keunggulan pasangan Thailand Teeresak Phiarthanee/Comsan Singpirom dengan skor 147-150 pada pertandingan perebutan medali emas.
Selain tekanan pertandingan, Ken mengungkapkan kondisi angin juga memengaruhi penampilan mereka saat menghadapi Thailand.