NADIKABAR.COM — Kenya mengonfirmasi lagi satu kasus infeksi Ebola, Selasa (20/10), sehingga jumlah kasus di negara itu menjadi sembilan, termasuk satu kasus kematian.

Otoritas kesehatan Kenya menyatakan semua infeksi masih terbatas pada satu klaster saja, tanpa adanya bukti penularan di luar klaster tersebut.

"Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus baru, sehingga totalnya menjadi sembilan kasus yang terkonfirmasi, termasuk kasus pertama yang telah meninggal dunia," kata Direktur Jenderal Kesehatan Patrick Amoth dalam sebuah pernyataan.

Pasien terbaru yang merupakan seorang pria berusia 24 tahun itu merupakan kerabat dekat dari pasien kasus pertama yang terkonfirmasi. Pria tersebut dinyatakan positif Ebola pada Senin (19/10) setelah mengalami gejala selama menjalani karantina.

Kementerian Kesehatan Kenya menyatakan pasien itu segera diisolasi dan menjalani perawatan medis.

Amoth menyebutkan delapan pasien Ebola yang selamat menunjukkan respons positif atas pengobatan yang dijalaninya. Kondisi mereka membaik di bawah pengawasan medis yang ketat.

"Kesembilan kasus tersebut termasuk dalam satu klaster; dan hingga hari ini, tidak ada bukti penularan di luar kelompok ini," kata Amoth.