Kementerian tersebut telah melakukan pelacakan dan karantina terhadap 134 dari 135 orang yang teridentifikasi sebagai kontak. Angka itu mencakup 99,3 persen, yang melampaui tolok ukur internasional untuk pelacakan kontak sebesar 85 persen.

Pejabat Kementerian Kesehatan Kenya menyatakan jumlah orang yang masuk dalam daftar kontak terus bertambah seiring dengan ditemukannya individu lain yang mungkin terpapar oleh pasien yang baru terkontaminasi.

Kenya juga telah menerima 500 dosis obat untuk mendukung proses pengobatan, serta mendistribusikan alat pelindung diri, perlengkapan diagnostik, dan kebutuhan medis lainnya ke 28 wilayah yang dikategorikan sebagai wilayah berisiko tinggi atau sangat tinggi.

Sebuah laboratorium khusus telah didirikan di Unit Penyakit Menular Rumah Sakit Nasional Kenyatta di Nairobi untuk melakukan pengujian terhadap pasien Ebola, tanpa mengganggu layanan laboratorium rumah sakit secara umum.

Kementerian itu juga menegaskan tidak ada penularan yang terjadi di dalam fasilitas karantina dan pihaknya terus memantau penerapan langkah-langkah pencegahan infeksi demi melindungi para tenaga kesehatan.

Otoritas juga mengumumkan orang-orang yang mulai menjalani karantina sejak 6 Oktober dan tetap tidak menunjukkan gejala akan diperbolehkan pulang pada 25 Oktober, setelah menyelesaikan masa pemantauan wajib selama 21 hari.