NADIKABAR.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan mengatakan akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi akal imitasi (AI) untuk memperkuat penyampaian pemikiran dan program Presiden Prabowo Subianto.
Syahganda menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil agar masyarakat dapat memahami pemikiran serta landasan kebijakan pemerintah secara luas.
"Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?" kata Syahganda seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Jumat.
Menurut Syahganda, pemikiran yang disampaikan Presiden Prabowo bersifat konstitusional sehingga sangat penting untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, ia bermaksud melanjutkan program komunikasi yang telah berjalan sembari mencermati pesatnya perkembangan teknologi digital.
"Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain," ujarnya.
Ia menilai bahwa perkembangan algoritma serta kekuatan kecerdasan buatan berpotensi menimbulkan distorsi terhadap pesan yang disampaikan oleh pemerintah kepada publik.
"Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu," ucap Syahganda.
Sebagai bentuk antisipasi, Bakom RI berencana membentuk tim khusus guna mempelajari dampak algoritma agar tidak memberi jarak antara pemikiran Presiden dan masyarakat.
Dalam menjalankan agenda komunikasi tersebut, Syahganda beserta Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono juga akan terus memanfaatkan teknologi digital yang berkembang saat ini.