NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penyaluran beras pemerintah hampir mencapai 4 juta ton.

Menurut Amran, visi Presiden Prabowo Subianto terhadap Indonesia swasembada beras telah tuntas terwujudkan, terlihat dari produksi beras nasional yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Berkat itu, program intervensi perberasan dari pemerintah sepanjang 2026 ini diperkirakan dapat mencapai sekitar 4 juta ton," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Bapanas mencatat realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Perum Bulog dari awal Januari hingga 20 Oktober 2026 secara total telah mencapai 2,84 juta ton.

Namun data itu belum termasuk alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan bantuan pangan beras sampai akhir tahun yang masing-masing masih ada 115,6 ribu ton dan 997 ribu ton.

Merujuk dari itu, sampai akhir 2026 penyaluran CBP ke masyarakat diproyeksikan dapat mendekati hingga total 4 juta ton. Bahkan angka itu menjadi rekor penyaluran CBP ke masyarakat paling tinggi setelah terakhir sepanjang tahun 2024 pernah mencapai hingga 3,37 juta ton.

"Beras itu utama, karena saudara-saudara kita makannya nasi dari beras. Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga di petani agar produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik dari petani sampai di konsumen," tuturnya.

Memasuki dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, sektor pangan diperkuat melalui peningkatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri.

Penguatan tersebut mendukung program intervensi perberasan pemerintah yang hingga 20 Oktober 2026 telah menyalurkan 2,84 juta ton beras kepada masyarakat, meningkat 217 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 894 ribu ton.

Adapun penyaluran 2,84 juta ton penderasan CBP ke masyarakat terdiri dari realisasi program SPHP beras pada Januari-Februari 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Oktober ini yang telah mencapai 912,38 ribu ton.

Selanjutnya realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang telah tuntas di 967,51 ribu ton. Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 13,73 ribu ton serta golongan anggaran 69,11 ribu ton.

Dalam catatan Bapanas, stok CBP saat ini sudah tembus 4,56 juta ton dan mengalami peningkatan eksponensial hingga 201 persen dibandingkan Oktober pada 2 tahun sebelumnya. Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,51 juta ton pada Oktober 2023.

Adapun peningkatan stok CBP hingga 201 persen dalam rentang 2 tahun tersebut sepenuhnya dihasilkan dari produksi beras dalam negeri. Namun pemerintah turut memastikan daya serap gabah atau setara beras oleh Perum Bulog tidak menjadikan kalangan produsen dan penggilingan beras swasta tersisihkan.

Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan total proyeksi produksi beras nasional Januari-September 2026 dapat mencapai 28,39 juta ton.

Sementara total serap pemerintah setara beras berkisar di 4,1 juta ton atau 14,4 persen terhadap produksi beras nasional. Selebihnya kalangan swasta masih dapat menyerap panenan gabah petani.