β€œBesarnya sumber daya yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla menunjukkan pentingnya menggeser pendekatan dari respons setelah kejadian menuju pencegahan dan kesiapsiagaan,” kata Kepala Bappenas.

Penguatan peringatan dini, pemanfaatan teknologi, serta ketersediaan data mengenai kondisi kekeringan, kelembapan lahan, dan sumber air dinilai menjadi bagian penting agar pemerintah dapat mengambil tindakan sebelum kebakaran berkembang.

Untuk itu, lanjut Rachmat Pambudy, sistem diarahkan untuk menghubungkan data kekeringan, titik panas (hotspot), verifikasi lapangan, sumber air, dan kapasitas respons agar informasi lebih cepat menjadi tindakan.

Menurut dia, strategi tersebut perlu mencakup kebutuhan jangka pendek, seperti personel, peralatan, dan anggaran, sekaligus memperkuat langkah jangka panjang dalam pencegahan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pembagian peran yang jelas antar lembaga juga diperlukan agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri dan pemerintah lebih siap ketika risiko kembali terjadi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memberikan sejumlah pembelajaran penting bagi upaya penguatan sistem penanggulangan bencana nasional.