Dinamika risiko menunjukkan bencana tal lagi selalu hadir sebagai kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Namun, risiko dapat berkembang secara perlahan, saling berinteraksi dan memperkuat, serta menimbulkan dampak berantai yang menjalar ke berbagai sektor pembangunan, termasuk ekonomi, infrastruktur, layanan dasar, dan penghidupan masyarakat.
Ada beberapa aspek yang dijadikan perhatian utama oleh pemerintah. Pertama adalah memperkuat upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian integral dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Selanjutnya, ia mengatakan meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem deteksi serta peringatan dini agar mampu mengidentifikasi potensi ancaman secara cepat, akurat, dan tepat waktu. Terakhir ialah memastikan informasi risiko dan peringatan dini dapat diterjemahkan secara efektif menjadi aksi dini yang terencana, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan BNPB selanjutnya diarahkan untuk memastikan strategi penanggulangan bencana dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan dan aksi yang lebih terkoordinasi, sehingga pemerintah tidak hanya bergerak ketika bencana terjadi, tetapi mampu mengantisipasi dan mengurangi risikonya sejak awal. Dengan demikian, kata Kepala Bappenas, pemerintah mampu mengidentifikasi, mengantisipasi, dan mengurangi risiko sejak dini.
βPrinsip dasarnya adalah bahwa setiap investasi pembangunan harus mengurangi atau setidaknya tidak menciptakan risiko baru, setiap peringatan harus diikuti tindakan, setiap risiko besar harus memiliki skema pembiayaan yang siap digunakan sebelum bencana, dan setiap proses pemulihan harus menghasilkan kondisi yang lebih aman dan tangguh daripada sebelumnya,β kata Menteri PPN.