NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat rantai komando dan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peninjauan langsung di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang dipimpin Kepala BNPB Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menegaskan penanggulangan karhutla menuntut pengerahan kekuatan terpadu dari seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemda, TNI, Polri, hingga instansi teknis, agar penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Langkah cepat yang dilakukan oleh dua jenderal TNI pada awal pekan ini tersebut menjadi fokus krusial guna mengoptimalkan sinergi lintas sektor dalam menekan perluasan titik api serta melindungi keselamatan masyarakat dari ancaman asap di Kalteng.

"Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah penanganan dilaksanakan secara terpadu, berdasarkan kondisi aktual di lapangan, serta didukung dengan data dan informasi yang akurat," kata Kristomei.

Dia menekankan prioritas utama saat ini adalah mengendalikan titik api secepat mungkin serta memastikan dukungan logistik dari pusat dapat segera dikerahkan apabila ditemukan kendala di tingkat daerah.

Rangkaian misi penanganan darurat tersebut diawali dengan pemberangkatan rombongan menggunakan pesawat TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Syamsudin Noor, Banjarmasin, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Pulang Pisau.

Dalam kunjungan strategis tersebut Kepala BNPB turut didampingi oleh Direktur Komando Pengendalian Operasi (Kordalops) Djohan Darmawan serta Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan (RRP) Mochamad Arief Hidayat.

"Melalui komando terpadu yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, BMKG, serta BPBD, pemerintah terus memperkuat efektivitas operasi lapangan demi menanggulangi eskalasi karhutla di Kalimantan Tengah secara tuntas," kata Kristomei.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan setidaknya sampai dengan Rabu (13/10) lahan gambut dalam proses pemadaman di Kalteng seluas 7,8 hektare, sedangkan di lahan mineral seluas 513,89 hektare. Lahan mineral ini mencakup wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Capaian pemadaman lahan terbakar baru setiap hari mencapai rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan terbakar harian. Sedangkan untuk operasi udara, BNPB mengoptimalkan water-bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah tersebut tidak terlepas dari pengerahan ribuan personel dan puluhan armada utama. Di Kalteng tim satuan tugas (satgas) udara melakukan enam sorti water-bombing dan dua sorti OMC.

Rata-rata satu helikopter yang bertugas untuk melakukan pengeboman dapat memadamkan 3-5 hektare.