Tito mengatakan evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi capaian, kekurangan, serta langkah yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan tugas BNPP RI ke depan semakin terarah.

β€œKita mengambil momentum hari ulang tahun ini untuk melakukan evaluasi. Apa yang kira-kira plus yang sudah dicapai oleh BNPP, dan apa yang masih belum sesuai harapan, dan bagaimana nanti BNPP itu ke depan,” ujar Tito.

Salah satu capaian yang disoroti Tito ialah keberadaan 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah dibangun dan beroperasi di sejumlah kawasan perbatasan Indonesia.

Keberadaan PLBN, kata Tito, tidak hanya berkaitan dengan fungsi pelayanan lintas batas, tetapi juga menjadi bagian dari representasi Indonesia di kawasan perbatasan. Ia menilai pembangunan dan perbaikan PLBN menjadikannya sebagai gerbang sekaligus etalase Indonesia di wilayah terdepan negara.

β€œIni membanggakan kita karena betul-betul menjadi gerbang, menjadi etalase bangsa Indonesia dengan perbaikan dan renovasi pos lintas batas. Sejauh ini yang saya tahu, tata kelolanya juga cukup baik,” katanya.

Selain pembangunan PLBN, Tito juga mengapresiasi sejumlah program BNPP RI di kawasan perbatasan, termasuk keterlibatan dalam penanganan bencana di sejumlah kabupaten perbatasan di Sumatera dan upaya penyelesaian persoalan atau dispute perbatasan di Sebatik.

Tito juga menekankan pentingnya publikasi kinerja dan kegiatan BNPP RI melalui berbagai kanal media. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting bagi lembaga publik dalam membangun legitimasi dan memperoleh kepercayaan masyarakat.