"Jangan sampai terpapar oleh info-info kekerasan, ujaran kebencian. Jadi, teman-teman harus menerapkan 3T, Tahan dulu informasinya, Telusuri dulu jangan dibagikan informasinya, dan Timbang dulu perlu tidak di-share informasinya," tuturnya.

Eddy juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap ruang digital yang diakses anak dan remaja.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPT, terdapat 782 anak di 18 provinsi yang terpapar konten kekerasan melalui berbagai grup digital, termasuk true crime community (TCC), yang membahas berbagai kasus kriminal dan insiden kekerasan.

Data tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa pendampingan terhadap anak di ruang digital perlu diperkuat melalui kolaborasi orang tua, tenaga pendidik, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Dia mengatakan upaya perlindungan tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dengan membekali generasi muda kemampuan berpikir kritis, empati, dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (Pionir) Muhammad Hanif mengatakan kegiatan Kemah Kebangsaan menjadi momentum penting bagi pelajar untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengembangkan sikap kritis dan demokratis.