NADIKABAR.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria membeberkan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan sains dan teknologi dalam forum Science and Technology in Society (STS Forum). Arif menegaskan penguasaan sains dan teknologi bagian penting dari pembangunan, daya saing serta ketahanan nasional Indonesia.
Forum tersebut digelar di Kyoto, Jepang, Senin (5/10/2026) waktu setempat. Arif menghadiri forum dengan sesi panel bertajuk "The Future of Science Diplomacy: Bump or Fork?' (Apakah Diplomasi Sains 'Hambatan' atau 'Persimpangan Jalan'?).
"Saya ingin memulai dengan merujuk pada visi besar Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, mengenai sains dan teknologi," kata Arif dalam keterangan tertulisnya.
Arif menyebut Prabowo secara konsisten menekankan kemajuan dan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuannya dalam menguasai sains dan teknologi. Karena itu, penguatan kemampuan ilmiah dan teknologi nasional diperlukan sebagai fondasi pembangunan sekaligus untuk memperkuat daya saing dan ketahanan Indonesia.
Namun, Arif menekankan bahwa penguatan kapasitas nasional tidak berarti Indonesia harus berjalan sendiri. Menurutnya, sains pada dasarnya melampaui batas negara karena pengetahuan, talenta, data, teknologi, dan infrastruktur penelitian semakin terhubung secara global.
"Memperkuat kemampuan kita sendiri tidak berarti bahwa kita dapat atau harus maju sendirian," ujarnya.
Arif mengatakan berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, kesehatan hingga perkembangan teknologi baru, tidak mengenal batas negara. Menurutnya, menjaga keseimbangan antara penguatan kapasitas nasional dan kerja sama internasional diperlukan.