"Anak saya empat, kang. Kalau warung saya sekarang dibongkar, saya mau usaha ke mana. Kompensasi juga enggak ada sama sekali," kata Ari, salah seorang pedagang saat ditemui NadiKabar, Kamis (3/9).
Ia hanya bisa pasrah saat melihat warungnya dirobohkan ketika tim datang melakukan penertiban. Meski menyadari warung usahanya melanggar aturan, Ari meminta solusi dari pemerintah untuk kehidupannya ke depan.
"Kondisi ekonomi sekarang lagi kayak gini saya mau nyari usaha ke mana lagi. Ayo lah atuh, ke rakyat kecil mah jangan semena-mena gini. Minimal solusinya buat kita apa, jangan dibiarin kita mau usaha," ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Aji, pedagang lainnya. Masalahnya, kata dia, selain tidak ada kompensasi, pedagang di sana harus mengeluarkan biaya lagi untuk membongkar sendiri tempat jualannya.