"Setiap pagi pihak sekolah mengecek kedisiplinan siswa. Salah satu siswa, yang kebetulan anak pelaku, diminta pulang untuk mengambil kaos kaki. Namun, ada kesalahpahaman saat anak tersebut menyampaikan ke orang tuanya hingga pelaku mendatangi sekolah dan terjadi pemukulan," kata Nur Afid Santoso, dilansir NadiKabar.
Menurut informasi yang beredar, wali murid tersebut kemudian mendatangi korban di sekolah. Terduga pelaku disebut langsung memukul korban hingga wajahnya membengkak dan berdarah. Keributan juga disebut menyebabkan sejumlah barang, termasuk gelas di kantor sekolah, pecah sebelum warga sekitar dan para guru turun tangan melerai.
Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah. Korban disebut mengalami pendarahan dan keretakan pada hidung. Rekan-rekan sesama guru yang menyaksikan kejadian itu kemudian memberikan pertolongan pertama.
Nur Afid mengatakan korban telah menjalani pemeriksaan medis awal. Namun, visum resmi masih dalam proses.