Salah satu wali murid berinisial W menyampaikan, dugaan kekerasan dilakukan oknum kepala sekolah dialami pelajar berinisial W. Saat itu, W tak mengenakan baju lurik sekolah lantaran sedang diperbaiki karena sobek.

"Kemarin itu kejadiannya pagi, jam 07.00 WIB. Karena tidak pakai baju lurik. Karena sobek dan masih dijahit. Terus ditempeleng tiga kali, dicubit di bagian perut dan dijewer," kata wali murid kepada wartawan di lokasi, Jumat siang, seperti dilansir NadiKabar.

Dugaan kekerasan itu membuat korban trauma. Tak berhenti di situ, oknum kepala sekolah juga disebut-sebut melontarkan ucapan bernada merendahkan siswanya.

Kepala sekolah SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial AH yang menampar siswa itu kini dicopot oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Langkah ini diputuskan setelah Pj Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mendatangi sekolah dan berdialog langsung dengan siswa dan wali murid.