Dikutip dari laman Guinness World Records, saat pendakian, teman-teman pendaki Akuzawa tidak yakin apakah mereka bisa menyemangatinya. Dia sempat tersandung saat mendaki gunung di dekat rumahnya dan tak lama kemudian sakit karena herpes zoster dan gangguan jantung. Untungnya, dia berhasil melewati penyakitnya, tetapi harus bekerja keras untuk kembali bugar.
Akuzawa menghabiskan tiga bulan untuk berlatih sebelum pendakian Fuji. Dia bangun pukul 05.00 pagi untuk berjalan kaki selama satu jam dan menaiki sekitar satu gunung setiap minggu.
Perjalanan ke Fuji bukan kali pertama Akuzawa mencapai prestasi tersebut. Dia berusia 96 tahun saat pertama kali menjadi orang tertua yang mendaki Gunung Fuji.
"Saya mendaki karena saya menyukainya," katanya. "Mudah untuk berteman di gunung."
Dirinya bekerja sebagai insinyur perancang mesin, kemudian sebagai inseminator buatan ternak hingga usia 85 tahun.
"Terlepas apakah Anda suka belajar atau tidak, Anda tetap bisa menikmati gunung itu," katanya. "Kecerdasan tidak penting di sana. Kita semua berada di posisi yang sama dan bergerak maju bersama."
Dahulu, dirinya menikmati pendakian solo, tetapi seiring dengan kekuatannya yang menurun, dia lebih banyak bergantung pada bantuan orang lain.
"Gunung Fuji bukanlah gunung yang sulit, tetapi kali ini lebih sulit daripada enam tahun lalu. Lebih sulit daripada gunung mana pun sebelumnya," katanya.