Solar Fire Guard Sentinel mengintegrasikan sensor gas dan asap MQ-2, sensor suhu DHT22, serta sensor flame yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32. Jika suhu melonjak di atas 35 derajat Celsius disertai deteksi asap atau api, sistem akan mengirimkan notifikasi peringatan ke aplikasi ponsel pengguna.

Sama seperti Arsa Ban, alat ini juga memanfaatkan panel surya agar tetap berfungsi mandiri di area minim listrik seperti hutan. Dalam proses pengembangannya, Nabil mengaku sempat kesulitan dalam menyusun kode program.

"Dalam kesulitan saat monitoring dari ngambil data ke dashboard-nya, karena saya juga sebenarnya belum paham coding, jadi saya memakai bantuan tools AI untuk mengoreksi sampai berhasil," ungkap Nabil.

Meski kompetisi ini menjadi pengalaman pertama sekaligus terakhir di masa sekolah, Alya dan Nabil berkomitmen untuk terus menyempurnakan alat tersebut. Rencana ke depan, mereka ingin menyematkan teknologi AI pada sistem kamera Solar Fire Guard Sentinel untuk meningkatkan akurasi deteksi.