NADIKABAR.COM — Di salah satu sudut GOR Sport Jabar Arcamanik Bandung, terdapat sekumpulan warga tengah mengerumuni sebuah mesin peraga. Di ujung bagian mesin, terdapat sebuah bohlam lampu yang tampak menyala.
Mesin tersebut tampak sederhana. Mayoritas komponennya terdiri dari barang yang kerap dijumpai sehari-hari, mulai dari kompor, panci presto, hingga minyak jelantah.
Namun siapa sangka, di tangan Taufik Bayu dan rekan-rekannya, botol-botol minyak jelantah itu dapat diubah menjadi aliran listrik. Mesin sederhana yang mengundang penasaran warga tersebut tak lain merupakan minatur pembangkit listrik.
"Jadi ini adalah eskperimen warga RW 17 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik. Awalnya untuk diperagakan saat 17 Agustus kemarin, sebagai deklarasi pengelolaan sampah di wilayah kami. Biar warga antusias, kami bikin yang unik," jelas Taufik pada NadiKabar daat ditemui di sela acara Gebyar HI-CARE Zero Waste Unisba, Kamis (27/8/2026).
Ia yang memiliki pengetahuan di bidang kelistrikan tersebut mengajak warga setempat untuk berkreativitas membuat generator listrik dari bahan sederhana.
Lewat riset selama dua bulan, minyak jelantah dipilih sebagai bahan bakar generator yang dinilai ramah lingkungan.
"Awalnya mau pakai briket batu bara, tapi nyalainnya susah dan berasap. Dicoba pakai oli bekas motor, tapi CO (karbon monoksida)-nya tinggi. Akhirnya pakai minyak jelantah, lebih ramah lingkungan," paparnya.