Berdasarkan risetnya, hasil pembakaran dari minyak jelantah memiliki emisi yang lebih rendah dibanding oli bekas. Minyak jelantah tersebut digunakan untuk menggantikan bahan bakar gas dari kompor.
Hal ini sekaligus menjadi wujud pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bentuk yang lebih bermanfaat.
"Proses pembakaran dari minyak jelantah juga lebih cepat dbandingkan batu bara," jelasnya.
Cara kerja mesinnya pun cukup sederhana. Untuk menyalakan generator listrik, mula-mula minyak jelantah perlu dituang pada tungku.
Tungku tersebut nantinya akan memanaskan air yang ditaruh dalam boiler, yang dalam hal ini berbentuk panci presto.
"Setelah panas, akan terjadi tekanan. Tekanan uap air panasnya itu akan mengalir kencang dan disalurkan ke turbin ini," paparnya.
Akhirnya, turbin akan mendorong dinamo dan menciptakan putaran mekanika yang membuat listrik akan menyala. Konsep ini, Taufik mengatakan, adalah konsep umum yang diterapkan di pembangkit listrik skala besar.