Mulyadi mendambakan imbas hasil negatif dari proyek tersebut, keberadaan WIKA sebagai salah satu pemegang saham PSBI membuat porsi kerugian proyek tersebut ikut tercatat dalam laporan keuangan Persero.

Artinya alih-alih memberikan keuntungan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung malah menyumbang kerugian kepada WIKA. Di mana dalam catatan NadiKabar kerugian yang ditanggung Persero karena terlibat dalam proyek ini mencapai Rp 1,7-1,8 triliun per tahun.

"Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif, sehingga di profit and loss WIKA, kinerja keuangan WIKA itu berdampak negatif atas konsolidasi kereta cepat," ungkapnya.

Oleh karena itu, rencana pengambilalihan porsi saham PSBI dalam proyek kereta cepat oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dipandang sebagai angin segar yang dapat mendorong pemulihan keuangan WIKA.

"Sehingga apabila kereta cepat ini diambil alih oleh pemerintah ataupun nanti dari kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah, maka secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kinerja keuangan WIKA. Dan mudah-mudahan pengambilalihan kereta cepat ini bisa terjadi juga di tahun 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan semakin bagus lagi," jelasnya.