NADIKABAR.COM β€” Akademisi Universitas Gadjah Mada Dedy Permadi merekomendasikan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung layanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), terutama di wilayah terpencil sebagai tindak lanjut kerja sama Indonesia dan Korea Selatan.

β€œIndonesia dapat memperoleh peningkatan layanan kesehatan di puskesmas wilayah pedesaan, sementara Korea dapat menguji model teknologinya di wilayah kepulauan,” kata Dedy dalam lokakarya Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Korea Foundation di Jakarta, Jumat (30/10).

Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada itu mengatakan Korea Selatan telah memiliki prototipe AI untuk layanan kesehatan dasar yang, menurutnya, telah diuji di salah satu wilayah perdesaan di negara tersebut.

Teknologi itu berpotensi dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan di Indonesia.

Dedy turut menekankan pentingnya transfer pengetahuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memperoleh peningkatan keterampilan bagi tenaga kesehatan, insinyur, dan peneliti.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani kerja sama AI untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia pada 1 April 2026 di Seoul.