Saat ini otoritas Indonesia di Dhaka tengah fokus memastikan ada atau tidaknya WNI yang mendaki di sekitar Nepal.

"Kami mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, terutama yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian," begitu pernyataan Kemlu.

ReutersSeorang perempuan berduka di luar rumah sakit setelah banjir bandang di Trishuli Bazar, Distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/08).

Orang-orang yang hilang juga terdiri dari 100 warga India, 54 warga Amerika Serikat, dan 33 warga Inggris, menurut badan pariwisata Nepal.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut 53 warga merkea saat ini juga di perbatasan Nepal-Tibet.

Mereka menyebut tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa warga Ukraina termasuk di tim redaksi korban tewas atau luka-luka.

Pemerintah Australia menyatakan bahwa sejumlah warga mereka berada di daerah yang terendam banjir. Namun otoritas Australia belum mengkonfirmasi jumlah pasti warga mereka yang dilaporkan hilang.

Seorang juru bicara dewan pariwisata di Nepal mengatakan bahwa 24 warga Kanada dilaporkan hilang.

Kumar Adhikari, manajer sebuah perusahaan perjalanan, menerima ribuan panggilan dari puluhan keluarga warga Inggris yang hilang. Agen perjalanan ini mengoperasikan sejumlah perjalanan wisata mereka melintasi perbatasan Nepal-Tibet, lapor kantor berita Press Association.

Operator agen perjalanan itu berkata kepada BBC, mereka telah mencoba menyewa helikopter penyelamat. Namun helikopter, klaim mereka, tidak bisa terbang karena kondisi yang buruk.

Press Association melaporkan, empat pemandu wisata Nepal yang bekerja untuk agen perjalanan dari Inggris ini hilang.

Kumar Adhikari mengatakan, dia telah menghubungi para pemandu ketika mereka diperkirakan berada di kantor imigrasi Tibet. Namun sambungan telepon itu tidak bisa terhubung.

"Kami berharap mereka aman," kata Kumar kepada PA. "Tapi kemudian saya menerima video dari pemerintah China yang menunjukkan, bahkan, sisi Tibet pun terkena banjir."

Kumar berkata, dia perlahan menanggapi banyak keluarga turis yang berjalan bersama perusahaannya. Namun dia belum dapat memberikan informasi terbaru, walau dia telah menghubungi konsulat Inggris dan mengirimkan salinan paspor kliennya.

"Saya merasa sangat sedih. Kami hanya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya," kata Kumar.

"Saat ini kami sedang berduka, sangat berduka," ujarnya.

Setiap kali terjadi banjir seperti ini di Himalaya, satu pertanyaan yang muncul secara spontan adalah: apa penyebabnya?

Persoalannya, seringkali adalah tidak ada jawaban pasti yang bisa didapatkan secara instan. Lanskap yang sulit di Himalaya, termasuk di Tibet, tempat yang menurut beberapa orang merupakan asal mula banjir hampir tidak dihuni manusia.

Awalnya otoritas setempat menganggap gempa bumi adalah faktor pemicu banjir bandang.

Namun analisis terbaru dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa di di sekitar Nepal. Lembaga ini menyebut gletser yang runtuh dan aliran puing adalah penyebab aktivitas seismik tersebut.

"Analisis tambahan terhadap gelombang seismik periode panjang menunjukkan bahwa energi seismik tersebut justru dihasilkan oleh tanah longsor," demikian pernyataan Badan Survei Geologi AS.

ReutersSeorang laki-laki yang terluka dirawat di rumah sakit setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/08).

Para pejabat dari departemen meteorologi dan hidrologi Nepal mengatakan kepada BBC, beberapa gambar yang mereka lihat menunjukkan bongkahan es besar (mungkin bagian dari gletser) telah runtuh dari sebuah gunung di sisi Tibet. Bongkahan itu membawa bebatuan dan sedimen lainnya.

Menurut para pejabat di lembaga itu, reruntuhan tersebut mungkin telah menghasilkan sejumlah volume air karena gesekan tim redaksi bebatuan dan es saat jatuh.

Sisa-sisa bebatuan dan sedimen tersebut membentuk bendungan di sungai Lhende di bawahnya, awalnya menghambat alirannya tetapi akhirnya menyebabkan bendungan tersebut jebol.

Sebelumnya, ada juga kecurigaan tentang runtuhnya danau glasial, tetapi beberapa ahli gletser menolak kemungkinan tersebut.

Alasan sebenarnya akan diketahui setelah citra satelit yang jelas diperoleh dan diverifikasi oleh berbagai sumber.

Berbagai kelompok pakar sekarang tengah menyusun urutan kejadian.

Perubahan iklim sejak lama diketahui telah mempercepat pencairan gletser atau tumpukan es di beberapa bagian Himalaya. Akan tetapi, sejumlah pakar menilai masih terlalu dini untuk menyebut gletser yang mencair sebagai pemicu utama banjir dan longsor ini.

Daerah yang dilanda banjir adalah Danau Mansarovar di dekat Gunung Kailash di Tibet dan Danau Gosaikunda di Distrik Rasuwa, Nepal

Dua tempat yang berada di dataran tinggi ini merupakan tempat ziarah yang dihormati oleh umat Hindu, Buddha, dan Jain.

Puluhan ribu turis melakukan perjalanan melalui Nepal ke Danau Mansarovar setiap tahunnya. Akhir Agustus ini adalah waktu dalam setahun di mana orang-orang, terutama turis India, cenderung mengunjungi Danau Mansarovar, serta melakukan mandi suci di Danau Gosaikunda.

Pradeep Pandit, Direktur Pelaksana Alpine Kailash Trek, menyebut dua daerah ini berada rute yang sangat populer. Turis berjalan ke daerah ini setiap akhir Agustus agar mereka dapat melihat bulan purnama, yang dianggap membawa keberuntungan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Nepal memobilisasi dan mengirimkan tim penyelamat dan pasokan medis darurat yang penting, kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, pimpinan utama lembaga ini.

WHO menyatakan, "berkomitmen memantau risiko kesehatan masyarakat", "memperkuat pengawasan penyakit, dan memastikan masyarakat dapat terus mengakses layanan kesehatan penting."

India juga mengirimkan 10 ton bantuan ke Nepal untuk membantu penanganan keadaan darurat.

Seorang laki-laki berjalan menembus air berlumpur setelah banjir dahsyat, di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/08). (Reuters)

"Kami turut berduka cita kepada keluarga yang berduka dan semua yang terkena dampak. Dalam menghadapi tantangan ini, India berdiri bersama Nepal dan rakyatnya," kata Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, dalam sebuah unggahan di X.

Bersamaan dengan unggahan tersebut, terdapat foto-foto bantuan yang sedang dimuat ke pesawat yang akan menuju Nepal.