NADIKABAR.COM — Atlet boccia Indonesia Felix Ardi Yudha mengatakan bahwa fakto ketenangan dalam bertanding menjadi senjata utama yang mengantarkan meraih medali emas kedelapan bagi Kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Yang jelas (dalam pertandingan tadi saya) berusaha untuk tetap tenang menunggu momentum untuk mengatasi lawan," kata Felix Ardi Yudha saat ditemui sesuai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu.

Felix mengalahkan wakil Thailand Phakphum Linchum pada final nomor individual putra - BC2 dengan skor 5-3.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertandingan tersebut, ia sempat tertinggal dengan selisih tiga poin pada dua set pertama.

Dalam kondisi penuh tekanan, atlet berusia 33 tahun itu memilih untuk tetap tenang, hingga menemukan momentum comeback pada set ketiga, kemudian mempertahankan keunggulan pada set keempat.

"Saya tetap bermain tenang (saat tertinggal) dan alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan," katanya.

Emas Felix merupakan yang ketiga dari cabang boccia. Dua emas lain diraih lebih dulu oleh rekan Felix, Handayani dari nomor individual putri - BC1 dan Gischa Zayana dari individual putri - BC2.

Dengan tambahan tiga medali dari boccia, Kontingen Indonesia kini mengoleksi delapan emas, melampaui target tujuh emas yang ditetapkan untuk ajang multi cabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar Asia.

Lima emas lainnya dipersembahkan atlet para renang Maulana Rifky Yavianda sebanyak dua emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra S12 dan 100 meter gaya punggung putra S12.

Kemudian atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas nomor lempar cakram F57 putra dan Karisma Evi Tiarani pada nomor 100 meter putri T63, dan atlet para balap sepeda Muhammad Fadli Imammuddin meraih emas individual pursuit 4000 meter putra C4.