NADIKABAR.COM — Di tepi Sungai Mahakam yang mengalir tenang membawa kisah panjang peradaban, ada satu angka yang kini bersinar jauh lebih terang daripada tahun-tahun sebelumnya.

Angka itu bukan hanya deretan bilangan di atas laporan statistik, tapi merupakan cermin wajah kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur, ukuran senyum anak-anak yang bersekolah, harapan orang tua akan umur yang panjang dan sehat, serta bukti bahwa kesejahteraan perlahan namun pasti merata di tanah ini.

Pada 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Timur resmi menembus angka 80,09. Capaian ini meningkat 0,70 poin atau 0,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 79,39.

​Sebuah pencapaian penting yang resmi mengangkat status pembangunan manusia Kalimantan Timur dari kategori "tinggi" menjadi level yang jauh lebih prestisius: "sangat tinggi".Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, menyampaikan pencapaian ini dengan wajah bahagia. Ia menjelaskan bahwa kemajuan ini bukanlah keberuntungan sesaat, melainkan hasil dari langkah yang diambil beriringan selama bertahun-tahun.

​"Selama periode 2022–2026, IPM Kalimantan Timur rata-rata meningkat sebesar 0,87 persen per tahun. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan yang berkelanjutan dalam aspek-aspek dasar pembangunan manusia di wilayah ini," ujar Rifai.Pada 2022, IPM Kalimantan Timur berdiri di angka 77,36, sudah berada di ambang batas kategori tinggi. Tahun demi tahun, angka ini terus naik perlahan tapi pasti.

Kemudian pada 2023 menyentuh 78,12, tahun 2024 mencapai 78,79, tahun 2025 menembus 79,39, dan kini di tahun 2026, untuk pertama kalinya Bumi Etam ini melangkah masuk ke zona IPM sangat tinggi dengan angka 80,09.

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa kemajuan yang kokoh dibangun atas langkah-langkah konsisten, bukan lari terburu-buru yang mudah kehabisan napas di tengah jalan.

Dimensi PengetahuanDari tiga dimensi utama penyusun IPM, dimensi pengetahuan menjadi sektor yang menunjukkan percepatan paling menyolok tahun ini. Seolah-olah, kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan kini semakin mengakar di tengah sanubari masyarakat.

Pertumbuhan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas melonjak tajam, dari 0,80 persen pada 2025 menjadi 2,08 persen pada 2026.

Angkanya kini resmi menembus 10,31 tahun. Secara sederhana, ini berarti rata-rata warga dewasa di bumi Kalimantan Timur telah menempuh dunia pendidikan hingga kelas dua sekolah menengah atas (SLTA).