Data Mintel, lembaga riset pasar global, menunjukkan meningkatnya permintaan serupa di Asia Pasifik, dengan lebih dari separuh konsumen urban Indonesia sudah terbiasa memesan makanan lewat ponsel sebelum jam makan tiba.

Dalam pengertian ini, lazy economy lebih tepat dipahami sebagai ekonomi kemudahan produktif, yaitu menggunakan teknologi dan layanan untuk mengurangi pekerjaan rutin, agar energi bisa dialokasikan pada sesuatu yang lebih bernilai.

Di sinilah ia bersinggungan dengan slow living, gerakan yang sekilas tampak berlawanan arah namun berangkat dari keresahan yang sama.