Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Ketika "malas" justru membuka jalan menuju hidup berkecukupan
Istilah lazy economy pertama kali populer di China. Hal itu merujuk pada gaya konsumsi yang mengutamakan penghematan waktu dan tenaga lewat layanan antar makanan, r
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 24 September 2026 pukul 10:00 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Data Mintel, lembaga riset pasar global, menunjukkan meningkatnya permintaan serupa di Asia Pasifik, dengan lebih dari separuh konsumen urban Indonesia sudah terbiasa memesan makanan lewat ponsel sebelum jam makan tiba.
Dalam pengertian ini, lazy economy lebih tepat dipahami sebagai ekonomi kemudahan produktif, yaitu menggunakan teknologi dan layanan untuk mengurangi pekerjaan rutin, agar energi bisa dialokasikan pada sesuatu yang lebih bernilai.
Di sinilah ia bersinggungan dengan slow living, gerakan yang sekilas tampak berlawanan arah namun berangkat dari keresahan yang sama.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.