Salah satu perbedaan paling mendasar dibanding taekwondo konvensional adalah ditiadakannya divisi serta dibukanya kategori campuran yang mempertemukan atlet pria dan wanita di satu arena.

Atlet Singapura peraih medali perunggu, Darren Yap (22), menilai format baru ini memberi fleksibilitas tinggi dan pengalaman sparring yang menyenangkan.

"Sangat menyenangkan bermain di sana. Anda bisa melihat bilah nyawa, karakter lawan, dan anggota tubuh sendiri lewat headset. Ini cara yang seru untuk melakukan sparring taekwondo tanpa kontak fisik, dan keren sekali karena wanita bisa bertanding dan mengalahkan pria," ujar Yap.

Sementara itu, peraih medali perak asal Vietnam, Chau Ngoc Tuyet Sang (21), yang mengalahkan Yap di semifinal, memiliki pandangan berimbang terkait regulasi tanpa kelas berat dan gender tersebut.