"Untuk hitungan awal (kerugian negara) di angka triliunan," imbuhnya.

KPK kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di lokasi lain di wilayah Kudus. Lokasi yang digeledah itu ialah enam perusahaan diduga terafiliasi PT Djarum.

Budi menjelaskan, penggeledahan lanjutan ini dilakukan pada Kamis (29/10). KPK belum merinci identitas enam perusahaan tersebut.

PT Djarum buka suara setelah kantornya digeledah KPK. Djarum menyatakan menghormati proses hukum.

"Kami menghormati proses hukum," kata Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan, saat dihubungi, Jumat (30/10).