"Dengan kondisi geografis dan karakter wilayah perbatasan, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan," ujarnya.
Dia menyebut sejumlah program strategis nasional terus berjalan di Kepri. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, hingga 24 Agustus 2026 telah menjangkau 594.278 penerima manfaat atau 87,47 persen dari target. Sementara itu, Koperasi Desa Merah Putih telah mencapai 407 unit dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis telah menjangkau 540.289 jiwa.
Menurut Nyanyang, berbagai program tersebut turut mendorong capaian pembangunan Kepri. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 tercatat 6,99 persen, sedangkan IPM tahun 2025 mencapai 80,53.
Nyanyang pun mengapresiasi kunjungan Ketua MPR RI dan jajaran ke Natuna. Dia berharap kunjungan tersebut semakin memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan Kepri, khususnya Natuna sebagai wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis bagi Indonesia.
"Khusus Natuna, pembangunan tidak hanya perlu memperkuat aspek strategis dan pertahanan, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan," tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, kunjungan ini turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Ketua Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Sekretaris Fraksi PKS Johan Rosihan, Wakil Sekretaris Fraksi PDIP Sonny Tri Danaparamita, Wakil Bendahara Kelompok DPD Muslim Yatim, Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan Martin Hutabarat, Bupati Natuna Cen Sui Lan, serta Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan beserta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI dan para perwakilan dari kementerian/lembaga.