"Untuk Koma dia bisa mencapai 100 kilo. Nah, ini penting. Jadi lebih besar lagi dan juga bisa menampung satu RW nantinya," ujar Ibas.
Hasil pengolahan sampah organik pun dimanfaatkan kembali oleh Ibas dan warga setempat. Pemanfaatannya dilakukan dengan mengolah sampah menjadi kompos untuk program ketahanan pangan.
Kini, Ibas menjadi salah satu peserta kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026.
Program ini diinisiasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengapresiasi mereka yang mampu aktif dalam pengelolaan sampah sekaligus turut mengajak warga lainnya untuk peduli terhadap sampah.
Munculnya solusi teknologi ini, Ibas sebut, berasal dari hasil keluhan masyarakat terkait bau dan rasa jijik dari pengolahan sampah organik secara konvensional.
Maka dari itu, ia pun mencetuskan solusi ramah lingkungan yang berbasis teknologi.
"Sudah eranya revolusi 5.0, maka kita juga melakukan hal yang sama adalah cara penyelesaian yang menjadi keresahan masyarakat tentang sampah tadi, nah kita bisa atasi dengan pendekatan teknologi," ungkapnya.