Teknologi dan proses pembuatan kebijakan publik juga bukan hal yang baru bagi Ibas. Ternyata, ilmu tersebut ia peroleh melalui studi pendidikan tinggi.
"Latar belakang dulunya di IT juga, di elektronika kan. Kebetulan S1 saya elektronika, S2-nya manajemen kebijakan publik. Nah, itu yang mungkin background awal kita," kata Ibas.
Ibas menargetkan untuk menghadirkan alat yang dapat mengubah sampah anorganik berupa plastik menjadi furnitur.
"Salah satunya buat nambah nanti ya bisa jadi buat furnitur tadi, untuk bikin molding-nya dan juga untuk mengubah, melelehkan plastik tadi. Nah, nantinya insyaallah kita nyari formulanya seperti itu," jelasnya.
Ibas dan 14 peserta lainnya sedang melalui tahap verifikasi lapangan program Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Selanjutnya, sebanyak 10 peserta akan masuk tahap penilaian final pada Senin (9/11).
Nantinya, pemenang dari ajang penghargaan ini akan diberikan apresiasi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penganugerahan akan berlangsung pada Selasa (10/11) mendatang.