Program desa binaan diharapkan mampu menghadirkan kontribusi konkret organisasi dalam mendampingi pelaku usaha, mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah potensi lokal.
Ia menilai NTB memiliki potensi besar karena berbagai subsektor ekonomi kreatif telah berkembang di daerah tersebut. Tantangannya adalah memperkuat kontribusi dan memastikan potensi tersebut menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
βKita minta setiap DPC minimal memiliki satu desa binaan. Di sana harus terlihat konkret kontribusi kita dari hulu sampai hilir,β katanya lagi.
Kawendra juga mendorong seluruh pengurus memanfaatkan jejaring Gekrafs di dalam dan luar negeri untuk membuka peluang pemasaran produk kreatif NTB di pasar global.
Kawendra mengatakan, penguatan ekonomi kreatif daerah perlu sejalan dengan momentum peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober.
Ia menjelaskan, penetapan hari nasional tersebut merupakan hasil perjuangan selama beberapa tahun melalui berbagai audiensi dan pertemuan dengan pemangku kepentingan.
Pada peringatan tahun ini, kegiatan dilaksanakan di Jakarta, dan tujuh provinsi lainnya, serta 17 negara melalui diplomasi kuliner sebagai salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan produk kreatif Indonesia.
Ia juga mengajak komunitas Gekrafs menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan kepedulian sosial, termasuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Menurut Kawendra, pejuang ekonomi kreatif tidak hanya dituntut menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi bangsa.