Lebih lanjut, Haedar mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Ia menilai ruang diskusi dan dinamika perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, asalkan tidak memicu konfrontasi dan polarisasi di akar rumput.
"Karena sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, yang berotoritas, maka masyarakat diminta tenang, tidak terpecah belah. Boleh berdiskusi, berdinamika, tetapi jangan sampai kemudian kita menjadi terbagi-bagi, menjadi dua yang saling berkonfrontasi," tuturnya.
Haedar juga menitipkan pesan khusus kepada warga Muhammadiyah untuk terus merawat muruah organisasi sebagai wadah yang menebar manfaat nyata di tengah berbagai kesulitan ekonomi masyarakat.
"Jadikan Muhammadiyah itu rumah untuk semua, dan Muhammadiyah tetap memberi suluh, memberi manfaat bagi kehidupan orang banyak. Karena banyak masyarakat kita yang juga hidupnya susah, harus dilayani oleh kita semua," kata dia.