Atas alasan-alasan itu, Mardiono mengatakan muncul desakan agar Gus Yasin dan Agus Suparmanto diganti. Desakan ini disampaikan saat rakornas terakhir PPP.

"Rakornas kemarin itu mendesak agar segera, karena kita sebentar lagi sudah mau menghadapi verifikasi Pemilu, maka agar jangan sampai nanti mengganggu dalam proses verifikasi Pemilu. Jadi kalau saya analogikan, saya sebagai seorang pilot membawa penumpang satu pesawat ini, kalau ada yang ribut satu atau dua, untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang yang lain, kan harus kita turunkan penumpang yang ribut itu. Kalau perlu bahkan mendarat darurat kan untuk menurunkan penumpang itu," jelas dia.

Namun, Mardiono menyebut pemberhentian keduanya masih proses administrasi. Secara politik, Gus Yasin dan Agus, sudah bukan lagi pengurus PPP.

"Nah, ini proses politiknya sedang kita selesaikan. Nanti setelah selesai proses politik, lalu proses administrasi. Jadi tidak ada istilah dipecat itu sebenarnya. Tapi ini adalah restrukturisasi, melakukan sebuah efektivitas dalam kendali kepengurusan agar efektif. Kalau dipecat itu misalnya dia diberhentikan lalu KTA-nya dicabut, dia bukan anggota PPP lagi, itu baru namanya dipecat," ujar dia.

Kemudian, Mardiono menyebut pengganti keduanya juga sedang dicari. Namun, ia memastikan tugas dan fungsi Gus Yasin serta Agus Suparmanto sudah diambil alih orang lain.

"Penggantinya sedang dalam proses, tetapi kemudian fungsi tugasnya tentu dilaksanakan oleh orang lain. Dan selama ini, yang selama tidak aktif sejak Muktamar itu kan juga dilaksanakan oleh orang lain fungsi tugasnya. Kan organisasi harus jalan terus. Kita kan tidak mungkin organisasi berhenti, karena kita partai politik yang menyangkut ketatanegaraan, hubungan dengan pemerintah, hubungan dengan rakyat," tutur dia.