NADIKABAR.COM — TPS Rawajati Barat, Jakarta Selatan, menampung 80-90 ton sampah per hari. Volume tinggi membuat petugas kewalahan mengelola dan memilah sampah.

Jakarta - TPS Rawajati Barat, Jakarta Selatan, menampung 80-90 ton sampah per hari. Volume tinggi membuat petugas kewalahan mengelola dan memilah sampah.

Aktivitas pemilahan sampah oleh sejumlah petugas terlihat di TPS Rawajati Barat, Rabu (4/11/2026). Petugas memilah berbagai jenis sampah yang masuk agar dapat dikelola sesuai karakteristiknya.

Sampah yang diterima TPS Rawajati Barat berasal dari enam kelurahan, yakni Rawajati, Cikoko, Duren Tiga, Kalibata, Pancoran, dan Pengadegan. Banyaknya wilayah yang bergantung pada TPS tersebut turut meningkatkan beban penampungan setiap harinya.

Volume sampah yang berlebih membuat TPS Rawajati Barat harus membatasi aktivitas pengangkutan. Truk sampah diliburkan selama tiga hari dalam satu minggu sebagai bagian dari penyesuaian operasional di tengah tingginya timbunan sampah.

Jenis sampah yang paling banyak diterima di TPS tersebut adalah sampah residu dan organik. Kedua jenis sampah ini kerap belum terpilah dengan baik sejak dari sumbernya sehingga menambah beban proses pengelolaan di tempat penampungan.

Persoalan sampah di Rawajati Barat mencerminkan tantangan pengelolaan sampah yang lebih luas di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa produksi sampah di seluruh wilayah ibu kota mencapai sekitar 9.000 ton per hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet yang digelar di Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2026). Besarnya volume sampah menjadi perhatian pemerintah dalam mencari solusi pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Pemprov DKI Jakarta berencana mempersiapkan pembangunan dua hingga tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Rencana tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat.

Di tengah tingginya volume sampah, pemilahan sejak dari sumber dan peningkatan kapasitas pengolahan menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPS. Penanganan yang terintegrasi diharapkan dapat membuat pengelolaan sampah Jakarta lebih efektif dan berkelanjutan.