Peningkatan mutu layanan itu, kata Khofifah, menjadi langkah strategis untuk mengurangi kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas di dalam negeri, sementara devisa yang sebelumnya dipakai untuk berobat ke luar negeri bisa dihemat.
"Kita berharap bisa menghemat devisa dengan memberikan substitusi layanan di dalam negeri. Masyarakat yang sebelumnya merasa lebih percaya diri jika mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri, sekarang juga semakin percaya diri untuk mendapatkan layanan di RSUD Dr. Soetomo," ungkap Khofifah.
Selain menjaga kualitas layanan yang ada, Khofifah mendorong pengembangan layanan unggulan melalui penguatan kapasitas tenaga medis dan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai, termasuk layanan stem cell atau sel punca.
Ia mengungkapkan, persiapan pengembangan layanan tersebut telah dimulai. Tantangannya, kebutuhan laboratorium berspesifikasi dan berperalatan khusus yang membutuhkan investasi besar. Khofifah mengaku telah mengunjungi pusat layanan stem cell di Jawa Tengah untuk melihat perkembangan dan kesiapan fasilitas yang dibutuhkan.
Peluang kerja sama juga mulai terbuka melalui misi dagang ke Arab Saudi pada akhir bulan sebelumnya. Dalam kegiatan itu, ada pihak yang tertarik mendukung penyediaan peralatan laboratorium, bahkan timnya sudah turun menyiapkan kebutuhan tersebut.
"Memang laboratoriumnya membutuhkan biaya besar. Saya sudah mengunjungi sentra stem cell di Jawa Tengah. Ketika kita melaksanakan misi dagang ke Arab Saudi pada akhir bulan lalu, ada pihak yang tertarik dan timnya sudah turun untuk menyiapkan beberapa peralatan laboratorium yang dibutuhkan," jelasnya.
Khofifah memandang, apabila seluruh persyaratan dan perizinan telah terpenuhi, pengembangan layanan stem cell di RSUD Dr. Soetomo dapat berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Khofifah menilai layanan tersebut berpotensi memperkuat pilihan layanan kesehatan berteknologi tinggi di dalam negeri. Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang memadai serta kapasitas tenaga medis, masyarakat diharapkan semakin yakin memanfaatkan layanan kesehatan di Indonesia.