"Pada dasarnya, kita memiliki keterampilan dan kapasitas tenaga medis yang baik. Jika fasilitas laboratoriumnya juga semakin mumpuni, saya rasa ini bisa menjadi salah satu bentuk substitusi layanan untuk menghemat devisa, karena kualitas layanan kita juga semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," sebut Khofifah.
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim akan terus mendorong penguatan kualitas layanan, inovasi, dan tata kelola agar RSUD Dr. Soetomo semakin kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi kedokteran.
Dengan akreditasi internasional dan rencana pengembangan layanan unggulan, rumah sakit itu diharapkan memperkuat posisinya sebagai rujukan utama bagi masyarakat Jawa Timur maupun Indonesia.
Di sisi lain, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof Cita Rosita mengatakan, peringatan tahun ini dimaknai bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan momentum mengenang sejarah panjang, menghargai jasa para pendahulu, serta memperbarui komitmen menyelamatkan kehidupan masyarakat.
Salah satu tonggak yang disyukuri pada usia ke-88 ini adalah keberhasilan mempertahankan akreditasi JCI kategori Academic Medical Center untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tanpa melalui proses remedial.
"Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi rumah sakit dalam membangun budaya mutu, keselamatan pasien, pendidikan klinis, serta tata kelola berstandar global," katanya.
Sebagai rujukan utama sekaligus rumah sakit pendidikan di Indonesia, RSUD Dr. Soetomo terus memperkuat integrasi layanan medis, pendidikan, dan penelitian.
"Melalui penyelenggaraan Research Hub, kolaborasi antara rumah sakit, akademisi, regulator, dan industri terus dioptimalkan guna melahirkan inovasi kedokteran terkini," pungkasnya.