"Sesungguhnya kita tidak bisa mengandalkan luasan lahan, berapa hektar lahan, jadi di setiap area yang ada di sekeliling institusi kita, rumah bahkan sekolah, itu sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan," terangnya.

Untuk itu, Khofifah secara masif menggaungkan seluruh sekolah di Jawa Timur untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pangan. Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan ketahanan pangan kepada generasi muda.

Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan panen sejumlah komoditas hasil budidaya siswa, tim redaksi lain ikan nila dan sayuran pakcoy. Salah satu yang menarik perhatian adalah budidaya sawi samhong yang telah berusia 31 hari dan siap dipanen.

"Kami ingin program inovasi ini bisa diimplementasikan di seluruh sekolah di Jawa Timur. Tadi kami juga berkesempatan melakukan panen ikan nila yang dibudidayakan sekolah, ada juga panen sawi pokcoy, sawi samhong," imbuhnya.

"Sangat memungkinkan untuk kita siapkan bagaimana saling bertanam, menyiapkan format ketahanan pangan, kita bisa melihat ada terong dengan media tanam polybag bukan di tanah, ada macam-macam ada jeruk, tomat, ada hidroponik," jelasnya.