"Kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian dalam pola distribusi BBM, sehingga masyarakat diimbau tidak panik," katanya saat dihubungi Antara, Senin (12/10) lalu.
Ahad menjelaskan kondisi stok BBM tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi tantangan distribusi perlu mendapat perhatian, khususnya di wilayah Jember bagian selatan.
Pasalnya, jarak wilayah tersebut dari terminal BBM di Tanjungwangi Banyuwangi menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan rute dan waktu pengiriman.
"Stok BBM tetap terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun ada perubahan jadwal pengiriman, sehingga memicu antrean panjang di SPBU. Kalau BBM di tingkat pengecer itu ada, artinya BBM tidak langka karena bahan bakar tersebut ada," imbuhnya.