NADIKABAR.COM — Polemik tim redaksi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan pengusaha sound horeg berakhir dengan sikap saling memaafkan. Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin memilih tidak memperpanjang persoalan setelah pengusaha sound horeg asal Jawa Tengah, Setyo Budi Mularso, meminta maaf atas ucapannya yang menyebut MUI Jatim dengan kata 'goblok'.
Kiai Ma'ruf saat dikonfirmasi mengaku telah memaafkan Setyo dan tidak sakit hati atas pernyataan tersebut.
"Sudah dimaafkan. Saya dan boleh jadi mewakili MUI Jatim sudah memaafkan. Saya tidak ada kata sakit hati, bagi kami, kami terus belajar," kata Kiai Ma'ruf kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).
Kiai Ma'ruf menegaskan, setelah acara live tersebut, dirinya bahkan sempat bersalaman dan berfoto bersama dengan para pengusaha sound horeg.
"Saya pribadi tidak masalah. Bahkan saat habis acara kami bercanda, selesai acara foto selfie bareng Mas Andromeda (pembawa acara). Tidak ada dari kami nuntut macam-macam harus sowan MUI, harus minta maaf ke publik atau lainnya," terangnya.
Namun, ia mengaku terkejut ketika pernyataan tersebut justru ramai dibahas di media sosial.
"Tidak tahunya, di media sosial justru yang ramai adalah kalimat caciannya. Saya kaget melihat banyak notifikasi baik di FB, IG dan Thread," tambahnya.
Kiai Ma'ruf kemudian mengutip Surat Al-A'raf ayat 199 tentang pentingnya saling memaafkan. Menurutnya, sikap tersebut juga menjadi salah satu teladan yang diajarkan Rasulullah.
"Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang baik, dan berpalinglah dari orang-orang yang tidak tahu," tandas Kiai Ma'ruf.
Sementara itu, Setyo Budi Mularso menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video. Ia menyatakan menyesal atas pernyataannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Saya nama Setyo Budi, alamat Kabupaten Karanganyar, pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 pukul 21.00 bertempat di rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar Bapak Dr. Badaruddin menyatakan saya sangat menyesal atas pernyataan saya terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada saat acara di TV One," kata Setyo dalam video yang dilihat NadiKabar, Kamis (10/9/2026).
"Saya memohon maaf kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia Pusat, dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar. Saya menyesal atas pernyataan saya yang saya sampaikan terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat," tambahnya.