Adapun National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris juga mendorong berbagai organisasi untuk bersiap melakukan pembaruan segera pada sistem yang menggunakan PHP.

OpenAI menyebut model AI mereka membantu peneliti menemukan celah keamanan PHP tersebut. "Mengingat tingkat keparahan celah ini dan penggunaan PHP yang sangat luas, kami menganggap bug ini sebagai salah satu kerentanan yang paling berdampak baru-baru ini. Ini juga menandai fase baru di mana AI dapat menemukan bug keamanan yang berdampak pada skala internet," tulis mereka.

Dikutip NadiKabar dari ABC, OpenAI yakin model AI-nya telah mengidentifikasi masalah tersebut sebelum para peretas dapat mengeksploitasi kerentanannya.

PHP Foundation sendiri menyatakan potensi eksploitasi tersebut sebenarnya telah diteorikan sejak awal 2024, namun tak ditemukan vektor serangan konkret. Upaya perbaikan berlanjut sporadis selama tahun-tahun berikutnya karena para pakar terkait tersita oleh banyak tanggung jawab. Proses perbaikan terhenti dan dimulai berkali-kali.

PHP Foundation pun mendaftarkan proyek PHP ke program Patch the Planet milik OpenAI dan audit keamanan pun dimulai bulan Juli. Pada bulan September, OpenAI mengidentifikasi bagaimana kerentanan ini dapat dieksploitasi.