NADIKABAR.COM — Kemampuan untuk berpikir secara lebih rasional dan memahami realitas sering dianggap sebagai jawaban atas berbagai masalah hidup yang bisa membuat perasaan menjadi jauh lebih baik, padahal tidak selalu demikian kenyataannya.
Psikolog Daniel Marston, Ph.D mengemukakan bahwa berpikir rasional adalah titik awal yang baik untuk menghadapi realitas secara efektif, tetapi mengenali realitas saja tidak otomatis memberikan petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan.
"Kita sering berharap bahwa dengan memahami realitas suatu situasi, kita akan mampu menghadapinya atau mengetahui langkah apa yang harus diambil. Namun, bukan seperti itulah cara kerja realitas," katanya dalam artikel yang dipublikasikan di Psychology Today pada Selasa (3/11).
Menyadari bahwa sesuatu "memang sudah semestinya begitu" tidak berarti kita secara otomatis mengetahui cara menangani realitas tersebut.
Menurut Marston, orang perlu menyertakan pemikirannya sendiri mengenai nilai dan makna terkait dengan realitas yang dihadapi agar dapat memanfaatkan informasi rasional secara efektif.
"Jadi, solusinya bukanlah meninggalkan cara berpikir rasional, melainkan menjalani hidup dengan cara yang lebih rasional," katanya.
Menurut dia, menjalani hidup secara rasional tidak hanya berarti mengetahui fakta tentang apa yang terjadi pada diri sendiri dan di sekitarnya, tetapi mencakup pemahaman tentang tujuan hidup serta apa yang ingin dilakukan selama hidup.
Ia menyampaikan bahwa mengetahui realitas suatu situasi tidak serta-merta membuat orang mengetahui apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut.
Namun, kemampuan menyatakan dengan jelas apa yang dianggap bermakna dan penting bisa membantu orang menghadapi fakta-fakta tentang apa yang sedang dialami.
"Mengenali realitas tidak berarti Anda akan merasa nyaman dengannya. Tekanan justru bisa menjadi motivator kuat untuk menentukan secara lebih mendalam bagaimana Anda memandang suatu situasi," Marston menjelaskan.
Ia mengemukakan bahwa memutuskan tindakan apa yang harus diambil dalam suatu situasi mungkin berarti menerima bahwa Anda tidak perlu melakukan apapun, setidaknya untuk saat ini.
"Sekadar menerima bahwa suatu kenyataan mengganggu Anda, sembari mengakui bahwa Anda tidak dapat mengubahnya, dengan sendirinya bisa bermanfaat," demikian Daniel Marston.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah