NADIKABAR.COM — Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap sejumlah kejahatan lintas negara sebelum menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kiprahnya di Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan dedikasi dan ketegasan luar biasa dalam memberantas jaringan kejahatan internasional yang merugikan bangsa.

Salah satu prestasi gemilangnya yang menyita perhatian publik adalah keberhasilannya memimpin operasi perburuan hingga memulangkan Dewi Astutik, seorang buronan internasional yang bersembunyi di luar negeri. Dewi Astutik alias PA atau Mami adalah seorang gembong narkoba internasional asal Ponorogo, Jawa Timur, yang menjadi aktor intelektual di balik berbagai kasus penyelundupan narkotika skala besar di Indonesia dan jaringan lintas negara.

Ia sempat menjadi buronan internasional sebelum akhirnya ditangkap dalam operasi senyap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), BAIS TNI, Kepolisian Kamboja, dan KBRI Phnom Penh pada 1 Desember 2025 di Sihanoukville, Kamboja.

Rekam jejak sukses ini menegaskan kapasitas dan integritas Jenderal Suyudi Ario Seto dalam menangani kasus-kasus berskala global. Pengalaman berharga di BNN tersebut menjadi fondasi kuat baginya dalam memimpin Korps Bhayangkara, sekaligus mempertegas komitmen Polri untuk tidak memberikan ruang aman bagi para buronan kasus kejahatan luar biasa, di mana pun mereka bersembunyi.

Berikut kilas balik Jenderal Suyudi dalam memulangkan Dewi Astutik, dirangkum NadiKabar, Sabtu (3/10/2026).

Nama Dewi Astutik mencuat usai BNN mengungkap penyergapan besar-besaran jaringan narkoba internasional. Perempuan ini diduga menjadi aktor utama dalam penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun.

Dewi juga tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia. Dilansir NadiKabar, Minggu (1/6/2025), Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung, Gunawan, mengatakan Dewi pernah tinggal di Dusun Sumber Agung pada tahun 2009. Dewi menetap di lokasi tersebut usai menikah dengan pria setempat.

Upaya BNN melakukan pengejaran terhadap Dewi membuahkan hasil. Dewi Astutik ditangkap di Kamboja.

Suyudi Ario Seto yang saat itu menjabat sebagai Kepala BNN menjemput langsung Dewi Astutik dari Kamboja, pada Selasa 2 Desember 2025.

Penangkapan berawal dari adanya informasi keberadaan Dewi Astutik di Kamboja pada 17 November 2025. Menindaklanjuti informasi tersebut, Suyudi mengeluarkan surat perintah dan membentuk tim untuk melakukan penangkapan ke Kamboja. Tim diberangkatkan pada 25 November 2025.

Pada 30 November 2025, Tim BNN tiba di Pnom Penh dan langsung berkoordinasi dengan KBRI hingga Kepolisian Kamboja untuk melakukan penangkapan. Penangkapan dilakukan pada 1 Desember 2025 siang waktu setempat di area loby hotel di Sihanouk Kamboja.

Akhirnya, pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 13.39 waktu setempat, Dewi Astutik ditangkap di sebuah hotel di Sihanouk, Kamboja. Dewi saat itu ditangkap di dalam sebuah mobil Toyota Prius bersama seorang laki-laki.

Setelah ditangkap, tim gabungan melakukan verifikasi dan klarifikasi fisik untuk mencocokkan data. Dewi Astutik kemudian dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 2 Desember 2026.