NADIKABAR.COM β Komisi Informasi Pusat (KIP) mendorong badan publik memperluas praktik keterbukaan informasi yang tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda melalui edukasi literasi digital dan keuangan.
Ketua KIP Handoko Agung Saputro mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Rakyat mengenai literasi keuangan dan kemampuan mengelola informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
βOJK menjalankan tugas dan kewenangannya dalam hal bagaimana cara mengomunikasikan dan terbuka kepada publik. Khususnya kepada adik-adik dari Sekolah Rakyat yang dibekali untuk mengetahui kebenaran informasi, terutama informasi yang berkaitan dengan keuangan,β ujarnya dalam kegiatan edukasi OJK Digiclass bagi siswa Sekolah Rakyat, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik dapat dijalankan melampaui pemenuhan kewajiban normatif, yakni dengan memastikan informasi yang disampaikan membantu masyarakat memahami persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai edukasi tersebut penting karena masyarakat kini semakin mudah mengakses informasi melalui telepon seluler, situs web, dan media sosial. Namun, derasnya arus informasi juga membuat masyarakat berisiko menerima informasi tanpa sempat memeriksa kebenarannya.
Karena itu, ia mengingatkan generasi muda agar tidak langsung mempercayai informasi atau tawaran yang ditemukan di ruang digital. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah tawaran pinjaman online yang tidak jelas asal-usulnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi dan legalitas penyedia layanan sebelum mengunduh aplikasi atau memberikan data pribadi. Aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi membuka celah penyalahgunaan data pengguna maupun anggota keluarga.
βKalau mendapatkan informasi atau tawaran tertentu yang sifatnya pinjaman online, perlu diklarifikasi, jangan asal mengunduh atau membuka APK,β katanya pula.
Handoko juga menyoroti pentingnya peran lingkungan keluarga dalam membangun kecakapan digital. Edukasi kepada anak-anak perlu berjalan beriringan dengan pemahaman orang tua agar keduanya dapat saling mengingatkan ketika menemukan informasi atau tawaran mencurigakan.
Ia berharap pendekatan edukasi yang dilakukan OJK bersama kementerian terkait dapat menjadi contoh bagi badan publik lainnya dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi secara lebih luas.
Menurut dia, penyampaian informasi yang baik, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan perlu diikuti upaya memastikan informasi tersebut dapat dipahami dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, keterbukaan informasi publik diharapkan tidak berhenti pada penyediaan informasi, tetapi turut mendukung peningkatan pengetahuan dan kemampuan generasi muda dalam mengambil keputusan secara cermat di tengah perkembangan teknologi digital.